Now Reading
Film tentang naik gunung tragis, masih ingin tetap naik gunung?

Film tentang naik gunung tragis, masih ingin tetap naik gunung?

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa film memiliki kekuatan dahsyat untuk mempengaruhi para penikmatnya. Begitupun dengan film tentang pendakian gunung. Kejadian-kejadian dalam film bisa jadi menambah gairahmu untuk naik gunung semakin besar dan bisa jadi sebaliknya seperti kisahkisah film berikut ini.

  1. Everest (2015)
Everest (2015)

Film everest ini diambil dari kisah nyata dalam buku Jon Krakauer dalam memoar Into Thin Air tentang tragedi Everest 1996. ilm ini, tanpa drama yang berlebih, menggambarkan realitas pendakian puncak gunung tertinggi di atas 8.848 mdpl dengan kadar oksigen sangat tipis. Menceritakan sebuah pendakian yang dilakukan oleh tim yang berisikan 8 orang dan dipimpin oleh Rob Hall. Dalam alur kisah, pendakian itu berubah menjadi sebuah tragedi, manusia-manusia itu harus berjuang melawan ganasnya alam liar. setelah mencapai puncak Everest, 5 orang dari mereka, termasuk Rob Hall, harus menetap di sana selamanya, mereka meninggal dunia saat melakukan perjalanan turun.

  1. Film The Himalayas
Film The Himalayas

Tidak mau kalah dengan Hooliwood dengan film Everest, , pada tahun 2015, Korea  juga merilis film The Himalayas, yang sama-sama diambil dari kisah nyata. Film asal Korea ini menceritakan tentang persahabatan yang terjalin antara Um Hong-gil, pendaki legendaris Korea, dengan Moo-taek dan Jeong-bok. Moo-taek dan Jeong-bok akan melakukan pendakian ke gunung Himalayas. Namun, ketinggian gunung puncak himalaya, selalu memperlihatkan wajah sadisnya, dalam cerita, Moo-taek dan Jeong-bok meninggal dunia di atas gunung . kabar buruk tersebut pun terdengar oleh Um Hong-gil. Um Hong-gil memutuskan pergi menuju puncak dengan misi membawa turun 2 jasad sahabatnya, baik dalam keadaan hidup atau mati.

See Also

  1. Film Vertical Limit

Sedikit berbeda film ini dibuka dengan tragedi yang sangat mengenaskan. Dalam pendakian sang ayah sengaja menjatuhkan diri untuk menyelamatkan anaknya. Dalam alur kisah, setelah kejadian tersebut, sang kakak mengalami trauma tapi sang adik, masih terus mendaki gunung. Hingga pada suatu waktu, Adiknya mendapatkan masalah luar biasa saat mendaki gunung K2, dia harus berhadapan dengan serangan badai salju, bencana itu menyebabkannya terdampar di sebuah dasar jurang tertutup oleh tumpukan salju. Mendengar kabar tentang sang adik yang terjebak, sang kakak mengadakan misi penyelamatan bersama 5 relawan di tengah-tengah badai salju yang terus menerus mengamuk di atas gunung K2. Banyak sekali rintangan dahsyat yang ditemui, hingga 4 dari relawan tersebut harus meninggal dunia tak kalah mengerikan dengan jasad pendaki everest.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.