Now Reading
PLTA Kayan, PLTA Terbesar se-Asia Tenggara yang Siap Sokong Listrik Ibu Kota Baru hingga Negara Tetangga

PLTA Kayan, PLTA Terbesar se-Asia Tenggara yang Siap Sokong Listrik Ibu Kota Baru hingga Negara Tetangga

PLTA Kayan, PLTA Terbesar se-Asia Tenggara

Kalian Patut Berbangga, karena Sebentar Lagi Indonesia Bakal Memiliki PLTA Terbesar di Indonesia hingga se-Asia Tenggara dengan Kapasitas Mencapai 9.000 megawatt.

Tahukah kalian bahwa Indonesia  bakal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar se-Asia Tenggara lho! PLTA itu berada di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kalimantan Utara (Kaltara).

PLTA Kayan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air terbesar se-Asia Tenggara ini memiliki kapasitas 9.000 megawatt, mengalahkan Dam Pembangkit Son La berkapasitas 2.400 megawatt yang berlokasi di Sungai Da, 340 Km sebelah barat Hanoi, Vietnam.

Memiliki kapasitas sebesar 9.000 megawatt, membuat PLTA Kayan menjadi yang terbesar di Indonesia sekaligus menjatuhkan rekor PLTA terbesar di Indonesia sebelumnya yakni PLTA Cirata.

PLTA Kayan Dibangun Akhir Tahun Ini

Pembangunan PLTA di sungai kayan segera dilakukan akhir tahun ini. Hal tersebut dilakukan setelah penandatanganan (MoU) antara PT Kayan Hydro Energy selaku pihak yang membangun PLTA dengan dua BUMN yakni PT Adhi Karya dan PT Pelabuhan Indonesia IV di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), pekan lalu.

Direktur Operasi PT Kayan Hydro Energy, Khaeron mengatakan target akhir tahun ini akan dilakukan konstruksi.

PLTA Sungai Kayan bakal dibangun di atas seluas 12.000 hektare itu nantinya akan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 megawat (mw) dari lima bendungan yang dibangun secara bertahap.

Gambar PLTA, Ilustrasi PLTA (finance.detik.com)

Bendungan di PLTA Kayan 1 diproyeksi dapat menghasilkan 900 mw (megawatt). Selanjutnya, pembangunan bendungan dilakukan PT Kayan Energi Hidro, 1.200 mw di bendungan Kayan 2, untuk bendungan ketiga dan keempat yang masing-masing menghasilkan 1.800 megawatt dan bendungan kelima dengan 3.200 megawatt.

Sebelumnya diketahui, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan dalam perjanjian yang ditandatangani PT Kayan Hydro Energy selaku pihak yang membangun PLTA dengan dua BUMN yakni PT Adhi Karya dan PT Pelabuhan Indonesia IV terdapat tiga proyek strategis nasional yang berada di Kalimantan Utara.

Tiga proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air, pembangunan proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Industri (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kaltara.

Guna memuluskan tiga proyek strategis nasional yang berada di Kalimantan Utara tersebut. Moeldoko mewakili pemerintah siap membackup untuk penyelesaian tiga proyek strategis nasional apabila ada hambatan-hambatan di lapangan nanti.

PLTA Kayan Sokong Pasokan Listrik Ibu Kota Baru

Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur telah dikaji pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Bappenas sudah menganalisis seluruh kebutuhan sarana dan prasarana untuk menopang ibu kota baru, termasuk kebutuhan listrik,” ujar Moeldoko.

Salah satu yang bisa memasok kebutuhan listrik ibu kota baru nanti adalah PLTA Kayan di Kalimantan Utara. Menurutnya, PLTA Kayan bisa menghasilkan listrik yang cukup besar dan letaknya pun tak jauh dari lokasi ibu kota baru.

PLTA Sungai Kayan sendiri akan dibangun akhir tahun ini dan siap beroperasi pada tahun 2024. PLTA yang nantinya bakal menghasilkan 9.000 megawatt ini, pembangunannya dilakukan secara bertahap dan mampu menyuplai 6.000 megawatt listrik ibu kota baru.

PLTA Kayan Siap Ekspor Listrik ke Malaysia

Direktur Operasional Kayan Hydro Energy Khaerony menyebut, PLTA Kayan akhir tahun ini akan mulai kontruksi.

Khaerony mengatakan, jika PLTA terbesar ini selesai dibangun, Indonesia yang notabene selama ini masih mengimpor listrik ke Malaysia, akan berbalik dan berpotensi bakal mengekspor listrik ke Malaysia.

See Also

“Malaysia di sisi utara listriknya masih kurang, nah ini nanti bisa di ekspor ke sana, dan bisa pasok kelistrikan di Kalimantan juga,” tutur Khaerony dilansir dari cnbcindonesia.com.

Meski pembangunan proyek PLTA Kayan ini akan menenggelamkan dua desa akibat pembendungan sungai kayan. Kayan Hidro Energi (KHE) selaku investor PLTA Sungai Kayan mengaku siap untuk merelokasi dua desa tersebut.

KHE menjamin relokasi dua desa tersebut tetap akan mempertahankan kearifan lokal. Bahkan, KHE yakin dua desa tersebut akan lebih maju dibandingkan desa lainnya. Intinya pendapatan masyarakat akan meningkat kalau di lokasi itu ada penghasilan pendapatan.

Untuk Pembangunan PLTA berkapasitas 9.000 megawatt sendiri, akan menelan biaya hingga US$20,7-US$ 24,3 miliar. Mengacu kurs Rp14.000/US$, investasinya Rp289,8 triliun-Rp340,2 triliun.

Proyek pembangunan PLTA Kayan ini didanai oleh Powerchina. Powerchina sendiri telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan pada tanggal 13 April lalu.

Saat ini, progers PT Kayan Hydro Energy dalam pembangunan PLTA Kayan telah sampai pada pembebasan lahan dan sedang mencari lahan pemukiman baru untuk masyarakat kita yang terkena dampak lokasi pembangunan PLTA Sungai Kayan.

Perlu diingat kembali, nantinya PLTA Kayan ini akan menghasilkan listrik sebesar 9.000 megawatt. Hal ini sekaligus menjadikan PLTA Kayan sebagai pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pembangunan yang direncanakan di mulai tahun ini, diharapkan pada tahun 2024 mendatang PLTA Kayan sudah bisa menghasilkan listrik.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top