Now Reading
Syarat Mendapatkan Kartu Pra Kerja, Ini Penjelasan Moeldoko

Syarat Mendapatkan Kartu Pra Kerja, Ini Penjelasan Moeldoko

Inilah penjelasan Moeldoko mengenai syarat untuk mendapatkan kartu pra kerja. Seperti apa? Yuk simak!

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan bahwa tidak semua pengangguran di Indonesia dapat ikut dalam program kartu pra kerja.

Kartu pra kerja ini hanya berlaku sementara saja, bukan untuk seterusnya. Jika sudah mendapatkan pekerjaan, maka pemerintah akan menghentikan gaji yang diberikan melalui kartu tersebut.

Syarat Mendapatkan Kart Pra Kerja

Menurutnya, penerima program baru yang di janjikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ini hanya pengangguran yang sudah mengikuti pelatihan keterampilan dari pemerintah, namun belum mendapatkan pekerjaan.

“Jadi, setelah mendapatkan pelatihan, harapannya kan dia dapat pekerjaan. Nah, sambil dia menunggu (dapat pekerjaan) itulah, pemerintah akan memberikan insentif. Karena negara juga memikirkan nasib masa transisi juga kan,” kata Moeldoko.

Pada kasus ini, Moeldoko mencontohkan seorang pengangguran yang telah mengikuti pelatihan itu baru mendapatkan pekerjaan dua bulan setelah pelatihan, maka insentif pemerintah diberikan selama dua bulan saat ia masih menganggur.

Kartu Pra Kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia (sawitnotif.pkt-group.com)

Hal ini juga berlaku jika ada seseorang peserta yang baru mendapatkan pekerjaan selama satu tahun setelah mengikuti pelatihan, maka insentif diberikan selama masa ia masih menganggur.

“Setelah itu (mendapatkan pekerjaan) ya dicabut dong. Misalnya dua bulan dia sudah dapat kerja, dicabut,” sambung Moeldoko.

Kendati demikian, pemerintah belum menetapkan jangka waktu penerima program dalam hal mendapatkan insentif. Nantinya akan ada tim penilai yang mengawasi pemberian insentif itu, dengan harapan supaya program ini tepat sasaran.

See Also

Mengenai pengangguran yang mendapatkan kesmpatan pelatihan keterampilan, hal ini akan diserahkan kepada Kementrian Tenaga Kerja.

Moeldoko pun mengatakan, bahwa program ini memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga berpotensi membebani APBN.

Namun, menurut Moeldoko hal ini demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

“Kalau soal besarannya, kan orientasinya pembangunan sumber daya mmanusia. Jadi, memang membutuhkan anggaran besar,” ujar Moeldoko.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top