Now Reading
Cara Mengatasi Kurang Tidur di Bulan Ramadhan

Cara Mengatasi Kurang Tidur di Bulan Ramadhan

Kekurangan tidur memang berakibat buruk bagi kesehatan dan dapat menyebabkan memori dan fungsi kognitif memburuk. Peneliti tidur Kurt Von Rueden menyarankan, membuat ‘buku harian tidur’ untuk melacak kekurangan jam tidur tiap harinya.

Dengan menggunakan grafik tidur dari National Sleep Foundation untuk mengetahui kira-kira berapa jam tidur yang dibutuhkan per malam. Pada bulan Ramadhan, catat berapa jam tidur yang didapatkan per malam.

“Perbedaan antara jam yang seharusnya didapatkan, dikurangi jam tidur yang sebenarnya didapat, maka itu adalah ‘Utang Tidur’,” jelasnya seperti dilansir dari MySalaam.

Mengantuk di siang hari (

Sama seperti halnya utang dalam artian sebenarnya, utang tidur pun terus bertambah. Setiap jam tidur yang terlewatkan bertambah ke utang Anda. Para peneliti percaya, setelah kurang dari 20 jam tidur, Anda pada dasarnya dipaksa ke dalam istilah ‘kebangkrutan hidup’. Bahkan, mungkin Anda tidak dapat memperbaiki efek negative dari kurang tidur.

Para peneliti berpendapat, Anda dapat ‘membayar’ dengan cicilan kecil untuk kehilangan waktu tidur guna membalikkan efek negatif dari kurang tidur. Tidur sebentar bisa menambah kualitas tidur atau membuat tubuh merasa lebih beristirahat.

Mengatasi Kurang Tidur Saat Ramadhan

Menurutnya, tidurlah 15 menit lebih awal dengan bergegas pulang lebih cepat setelah shalat Tarawih. Dan bagi perempuan, tidurlah satu atau dua jam selama pekan menstruasi. Pasalnya, saat itulah perempuan tidak harus bangun untuk sahur.

Selain itu, tambahkan satu atau dua jam tidur tambahan di akhir pekan ketika tidak ada kewajiban pekerjaan harian. Lalu, gunakan ‘Buku Harian Tidur’ untuk menghindari utang tidur serta agar waktu tidur stabil.

Wanita tidur

Perbaikan durasi tidur seperti itu dinilai lebih baik dibandingkan melakukan latihan fisik pada Ramadhan. Kalau kurang tidur, baiknya diperbaiki dulu tidurnya. Tapi kalo hanya mengantuk biasa, tak perlu terlalu dipikirkan. Itu adalah hal yang wajar, menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rachmad Wishnu Hidayat.

See Also

Wishnu menjelaskan, seseorang yang tetap memaksakan berlatih fisik dengan kondisi kurang tidur akan berisiko cedera.

Dampak kurang tidur

Peneliti dari Stanford University dan University of California San Fransisco, Cheri Mah menjelaskan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dan tidur. Namun, jika harus memilih, tidur berkualitas perlu dijadikan prioritas. Pasalnya, hal itu adalah kebutuhan mendasar manusia.

Orang dewasa, dalam sebagian besar literature ilmiah, membutuhkan minimal tujuh jam tidur setiap malam. Lalu, berapa lama Anda tidur setiap malam? Jika dirasa masih kurang, lebih baik segera bayar ‘Utang Tidur’ sebelum semakin membengkak dan berdampak buruk bagi kesehatan.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.