Bawaslu Respon KPU Untuk Hati-Hati Publikasi Data Situng

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui Ratna Dewi Pettalolo memberikan pernyataan kepada KPU untuk berhati-hati dalam melakukan publikasi data hitung cepat melalui sistem informasi penghitungan (Situng) yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat.

Himbauan ini tidak terlepas dari respon masyarakat yang sangat intens terhadap data yang diupload melalui situng.

“Kami sebenarnya sudah bersurat resmi juga kepada KPU setelah melihat banyaknya kejadian salah entry. Tujuannya supaaya KPU lebih cermat dalam melakukan entry data. Walau tidak jadi acuan data resmi, situng itu menjadi informasi yang dipublikasikan sehingga kehati-hatian tetap harus jadi perhatian,” ujar Ratna ketika dihubungi, Rabu (1/5) dilansir dari republika.co.id.

Bawaslu mengingatkan bahwa data yang seharusnya masuk di data situng haruslah benar-benar data yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan terlepas dari beberapa kasus salah entry yang sempat viral di sosial media dan menjadi perbincangan masyarakat.

Situng KPU

Situng sendiri merupakan alat yang digunakan oleh KPU sebagai wadah keterbukaan dan transparansi informasi hasil pemilu dari KPU.

Selama mengawasi proses rekapitulasi hasil pemilu, Ratna mengakui banyak mendapatkan laporan soal salah entry data ke dalam situng. Seluruh laporan itu langsung ditindaklanjuti ke bawah dan KPU setempat melakukan perbaikan.

See Also

Menurut Ratna, kesalahan-kesalahan itu tidak dicatat secara khusus. Sebab, fokus tahapan yang diawasi oleh Bawaslu adalah proses rekapitulasi secara manual.

Anggota Bawaslu ini menerangkan hal terpenting dalam rekapitulasi, yakni dokumen yang bergerak dari TPS, ke kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional. Sementara itu, situng merupakan salah satu media yang digunakan untuk mempublikasikan (scan) form C1.

Data penghitungan suara Pilpres 2019 yang masuk dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI telah mencapai 60,10 persen pada Rabu pukul 18.15 WIB. Dalam hitung suara sementara Pilpres 2019, pasang Joko Widodo/Ma’ruf Amin unggul atas pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma’ruf memeroleh 56 persen atau 51.484.122 suara. Sedangkan, Prabowo-Sandi memeroleh 44 persen atau 40.458.834 suara. Jumlah TPS yang telah menyelesaikan penghitungan suara yakni 488.867 TPS dari total 813.350 TPS yang ada di dalam dan luar negeri.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.