Now Reading
Laba Bersih PT Surya Semesta Internusa Turun Drastis, Ini Penyebabnya!

Laba Bersih PT Surya Semesta Internusa Turun Drastis, Ini Penyebabnya!

Berbeda dengan tahun 2018, laba bersih Surya Semesta Internusa pada tahun 2019 ini merosot.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha bahan dan bangunan, real estat, kawasan industry, manajemen gedung dan lain-lain. Saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah investasi saham dan memberikan jasa manajemen dan pelatihan kepada beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang industri, real estat, jasa konstruksi, hotel dan lain-lain.

Sepanjang tahun 2018, PT Surya Semesta Internusa Tbk berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 3,68 triliun. Pendapatan ini tumbuh 12,54% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,27 triliun.

Peningkatan pendapatan Surya Semesta Internusa tersebut disebabkan oleh pendapatan konstruksi yang naik sebesar 14,8% year on year (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun pada akhir 2018. Selanjutnya dari perhotelan naik 14,8% yoy menjadi Rp 799,7 miliar. Sementara itu, lini bisnis porperti meningkat sekitar 6,5% yoy menjadi Rp 439,4 miliar karena ada penjualan tanah sebesar 8,6 hektare.

Laba bersih Surya Semesta Internusa turun (money.kompas.com)

EBITDA SSIA juga tercatat tumbuh 12,2% yoy menjadi Rp 452,5 miliar. Namun margin EBITDA masih stagnan di level 12,3%. Beban penjualan juga meningkat 18% yoy menjadi Rp 60,33 miliar di akhir 2018.

Meski demikian, laba bersih Surya Semesta Internusa justru turun 96,8% menjadi Rp 37,7 miliar dari yang sebeumnya Rp 1,18 triliun. Penurunan drastis ini terjadi karena SSIA tidak lagi mencatat pendapatan lainnya seperti tahun lalu.

See Also

Seperti yang diketahui pada tahun lalu Surya Semesta Internusa berhasil meraup pendapatan lainnya sebesar Rp 1,82 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari keuntungan penjualan investasi dan pengalihan hak atas aset yang mencapai Rp 1,73 triliun.

Di tahun 2017 lalu, Surya Semesta Internusa lewat entitas anak, yakni PT Karsa Sedaya Sejahtera dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Astratel Nusantara sehubungan dengan penjualan hak-hak tertentu dalam PT Bhaskara Utama Sedaya dan PT Lintas Marga Sedaya.

PT Karsa Sedaya Sejahtera (KSS) dan PT Nusa Raya Cipta (NRCA) menjual dan mengalihkan hak atas aset KSS dan NRCA secara eksklusif kepada Astratel. Inilah yang menyebabkan laba bersih SSIA melonjak di tahun 2017 dan turun drastis di tahun lalu.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.