Now Reading
Neraca Dagang Indonesia Surplus US$3,55 Miliar pada Agustus 2026, Gini Faktanya!

Neraca Dagang Indonesia Surplus US$3,55 Miliar pada Agustus 2026, Gini Faktanya!

Neraca dagang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Agustus 2026 dengan nilai mencapai US$3,55 miliar. Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Indonesia lebih besar dibandingkan nilai impor pada periode tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai US$26,61 miliar. Angka tersebut meningkat 6,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$23,06 miliar atau meningkat 19,09% dibandingkan Agustus 2025. Meski impor mengalami kenaikan, nilai ekspor yang lebih tinggi membuat neraca dagang Indonesia tetap berada dalam kondisi surplus.

Kinerja perdagangan ini menunjukkan kontribusi sektor ekspor terhadap perekonomian nasional masih cukup kuat. Komoditas nonmigas menjadi faktor utama yang menopang surplus perdagangan Indonesia.

Surplus Nonmigas Jadi Penopang Neraca Dagang Indonesia

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 terutama berasal dari sektor nonmigas.

Komoditas nonmigas mencatat surplus sebesar US$6,09 miliar. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama berasal dari lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Di sisi lain, sektor migas masih mengalami tekanan dengan mencatatkan defisit sebesar US$2,54 miliar. Defisit tersebut terutama dipengaruhi oleh komoditas hasil minyak dan minyak mentah.

Perbedaan kinerja antara sektor nonmigas dan migas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kondisi neraca perdagangan Indonesia. Penguatan ekspor nonmigas membantu menjaga posisi perdagangan nasional tetap positif.

Baca Juga: Mengenal Jalur Kuning, Jalur Hijau dan Jalur Merah Bea Cukai

Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Positif Secara Kumulatif

Selain mencatat surplus bulanan, neraca dagang Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026 juga masih mengalami surplus.

Pada periode tersebut, surplus perdagangan Indonesia tercatat sebesar US$7,25 miliar. Capaian ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia masih mampu mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor.

See Also

Performa perdagangan internasional menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sektor eksternal ekonomi Indonesia. Surplus perdagangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan global, harga komoditas, hingga kemampuan industri dalam negeri meningkatkan ekspor.

Pemerintah dan pelaku usaha terus mendorong penguatan ekspor melalui peningkatan daya saing produk nasional. Dengan menjaga kinerja sektor ekspor, Indonesia dapat mempertahankan stabilitas perdagangan di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Ekspor Benih Ikan Kerapu dan Bandeng Bali Capai Rp6,41 Miliar, Masih Bisa Digenjot?

Secara keseluruhan, neraca dagang Indonesia pada Agustus 2026 menunjukkan tren positif dengan surplus US$3,55 miliar. Kinerja ekspor nonmigas menjadi faktor utama yang menjaga perdagangan Indonesia tetap berada dalam kondisi surplus.

Demikian informasi seputar perkembangan neraca dagang Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Denotasi.Com.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top