Now Reading
Bahaya Diet OCD Bagi Tubuh

Bahaya Diet OCD Bagi Tubuh

Diet OCD merupakan variasi dari metode diet puasa yang menekankan sistem pengaturan waktu makan. Biasanya metode ini menganjurkan untuk puasa makan selama 16 jam, namun waktunya dapat kamu tentukan sendiri. Misalnya jika kamu ingin membagi 16 jam waktu berpuasa dan 8 jam waktu mengonsumsi makanan. Maka kamu diperbolehkan makan apa saja sesuka hati dari jam 1 siang hingga jam 9 malam, kemudian dilanjutkan berpuasa hingga 16 jam ke depan. Selama waktu puasa ini, kamu tidak diperbolehkan makan apapun kecuali air putih.

Bahaya Diet OCD Bagi Tubuh

Diet OCD diklaim dapat menurunkan berat badan. Terlebih kalori yang terasup ketika kamu melakukan diet ini diperkirakan hanya sekitar 500 kalori saja dalam sehari, itu jika kamu melakukan jeda makan dalam waktu 6 jam. Diet ini juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah, penurunan risiko penyakit jantung dan kanker. Bahkan diet ini  dipercaya dapat membantu otak kamu menangkal penyakit neurogeneratif seperti Alzheimer serta Parkinson, sembari sambil memperbaiki mood dan memori.

Akan tetapi diet OCD sebaiknya tidak rutin dilakukan setiap hari. Diet OCD pada dasarnya melatih tubuh untuk hanya mengasup kalori. Namun tidak menjamin berkurangnya berat badan. Ketika melakukan kegiatan seperti berjalan atau berpikir, tubuh memerlukan energi dari kalori yang telah dibakar. Jika asupan kalori kurang dari cukup, akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada juga efek samping yang menyertai seperti sakit kepala dan perubahan jam tidur. Meski efek ini mungkin bersifat sementara, tapi kekurangan energi dan waktu tidur tentu dapat berdampak langsung pada tubuh kamu.

Bahaya Diet OCD Bagi Tubuh

Selain itu, asupan kalori yang sangat rendah dapat membuat tubuh kehilangan banyak massa otot. Massa otot yang sedikit membuat tubuh hanya membakar sedikit kalori yang masuk. Akibatnya, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori yang masuk dalam bentuk lemak. Jadi, orang yang diet hanya membatasi asupan makannya, sebenarnya ia kehilangan massa otot bukan massa lemak dalam tubuh. Ini bisa terjadi karena pembatasan asupan makan tidak dibarengi dengan olahraga.

Sebelum mencoba diet ini, lebih baik bicarakan dengan dokter atau ahli gizi. Pastikan bahwa kamu makan makanan yang tepat pada saat melakukan diet dan puasa ini, guna mencegah malnutrisi tubuh.  Pastikan juga tidak ada riwayat masalah kesehatan yang melarang kamu berpuasa, contohnya jika kamu punya penyakit maag. Jangan melakukan diet ini jika kamu sedang hamil, menyusui, atau berusia di bawah 20 tahun.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top