Now Reading
Tambang Batu Bara IATA Mulai Produksi Perdana, Targetkan 3 Juta Ton Tahun 2026 Ini!  

Tambang Batu Bara IATA Mulai Produksi Perdana, Targetkan 3 Juta Ton Tahun 2026 Ini!  

Tambang Batu Bara IATA resmi memasuki fase produksi setelah PT MNC Energy Investments Tbk melalui anak usahanya PT Arthaco Prima Energy mulai mengoperasikan wilayah tambang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Langkah itu menandai babak baru bagi IATA dalam memperkuat portofolio bisnis energi dan mendorong kontribusi sektor batu bara terhadap kinerja perseroan.

Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto menyampaikan bahwa dimulainya operasi produksi ini menjadi tonggak penting dalam percepatan produksi. Pada tahun pertama, Tambang Batu Bara IATA ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 3 juta ton batu bara.

Dalam jangka menengah, kapasitas produksi berpotensi ditingkatkan hingga 7 juta ton per tahun seiring bertambahnya skala operasional.

Operasi tambang tersebut berada di bawah izin usaha pertambangan operasi produksi yang dimiliki PT Arthaco Prima Energy. Lokasi tambang di Musi Banyuasin dikenal memiliki cadangan yang menjanjikan sehingga mendukung rencana pertumbuhan produksi jangka panjang IATA.

Kolaborasi IATA dan KPP Mining Dorong Produksi Batu Bara

Untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan efektif dan sesuai standar, IATA menjalin kerja sama strategis dengan PT Kalimantan Prima Persada atau KPP Mining. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk yang telah berpengalaman dalam jasa pertambangan.

Kerja sama itu ditandatangani pada 23 Desember 2025 dengan nilai kontrak Rp5 triliun dan periode lima tahun, berlaku efektif sejak Januari 2026.

Melalui perjanjian ini, KPP Mining bertindak sebagai kontraktor utama di wilayah IUP operasi produksi milik APE. Target total produksi selama masa kerja sama ditetapkan mencapai 33,6 juta metric ton batu bara, dengan total material yang dikelola sekitar 140,9 juta bank cubic meters.

Suryo menilai kolaborasi ini memberi penguatan dari sisi teknis dan operasional. Dengan dukungan kontraktor berpengalaman, Tambang Batu Bara IATA diharapkan mampu mencapai target produksi yang ambisius sekaligus menjaga efisiensi dan keselamatan kerja.

See Also

Momentum dimulainya penggalian perdana juga dinilai sebagai sinyal kuat komitmen IATA dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham, mitra, dan masyarakat sekitar. Keberadaan tambang ini membuka peluang ekonomi di wilayah Musi Banyuasin melalui penciptaan lapangan kerja dan aktivitas penunjang lainnya.

Dengan struktur operasional yang lebih solid dan rencana produksi yang jelas, Tambang Batu Bara IATA berpeluang menjadi salah satu kontributor penting bagi industri batu bara nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Operasi tambang batu bara oleh IATA menandai langkah strategis perseroan dalam memperkuat bisnis batu bara. Dengan target produksi besar dan dukungan mitra berpengalaman, prospek pertumbuhan dinilai semakin solid.

Demikian informasi seputar operasi tambang batu bara IATA. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Denotasi.Com.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top