Now Reading
Inggris Buka Peluang Kerja Sama Keuangan Syariah dengan Indonesia, Ini Alasannya

Inggris Buka Peluang Kerja Sama Keuangan Syariah dengan Indonesia, Ini Alasannya

Inilah alasan Inggris buka peluang kerja sama keuangan syariah dengan Indonesia.

Undangan kerja sama pemerintah Indonesia yang ditujukan ke Inggris untuk berbagai sektor ekonomi, tak terkecuali di industri halal dan ekonomi syariah, rupanya di sambut baik oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia HE Moazzam.

Moazam menjelaskan, Inggris merupakan salah satu negara dengan potensi industry halal dan keuangan syariah yang besar dengan lima persen penduduknya adalah muslim.

Inggris Bisa Menjadi Mitra Kolaborasi di Bidang Keuangan Syariah

Adanya kebutuhan yang meningkat untuk keuangan syariah di Inggris dapat meningkatkan potensi kerja sama ini.

“Industri halal juga sudah berkembang di sana”, ujar Moazzam.

Moazzam menambahkan, satu dari dua pusat keuangan Islam dunia berada di London, selain di Kuala Lumpur.

Keuangan Syariah (infobanknews.com)

Ini artinya, Inggris bisa menjadi mitra kolaborasi yang tepat apabila Indonesia ingin mengembangkan bisnis ataupun investasi di sector industry halal maupun keuangan syariah.

See Also

Di dua hingga tiga tahun lalu, Moazzam menuturkan, Kedubes Inggris di Indonesia memiliki mission dengan mendatangkan para ahli keuangan syariah ke Indonesia. Kedatangan mereka berfokus pada kolaborasi dalam perekonomian Islam. Hanya saja, potensi kerja sama tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Kedubes Inggris di Indonesia ini juga menyebut, sistem keuangan syariah dan industri halal di Indonesia sebenarnya sudah memiliki berbagai kemajuan. Tapi, pihaknya berpikir, ada kesempatan lebih besar di negara lain.

“Kalau pemerintah Indonesia berminat dalam hal ini, kami akan kembali menghubungkan mitra-mitra di sini dengan para ahli di Inggris,” ucapnya. Seperti yang dilansir dari Growth Business via Republika.co.id, Inggris memiliki lima bank yang sepenuhnya syariah. Semuanya dilisensikan dengan perbankan dengan nilai sekitar 4,7 miliar dolar AS. Beberapa di antaranya bahkan sudah menawarkan pembiayaan awal untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top