Beberapa Maskapai Masih Belum Daftarkan Izin Terbang ke NYIA, Ini Alasannya

New Yogyakarta International Airport (NYIA) telah lebih dari satu minggu beroperasi, namun sampai saat ini baru ada dua maskapai penerbangan yang telah menjalani rute ke Bandara baru Yogyarakta yang terletak di Kulon Progo.

Menurut data dari Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dua maskapai yang telah resmi beroperasi dan memakai rute NYIA ini adalah Batik Air dan Citilink.

Maskapai Citilink di Bandara NYIA Yogyakarta

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dilansir dari bisnis.tempo.co ada beberapa alasan atau penyebab kenapa maskapai lain masih belum mendaftarkan rute penerbangan ke New Yogyakarta International Airport

Alasan dan Penyebab maskapai belum mendaftarkan rute penerbangan ke NYIA.

Contoh kasus seperti maskapai Maskapai penerbangan AirAsia, misalnya. Maskapai asal Malaysia itu harus mengatur ulang rotasi pesawat untuk membuka rute baru. Contohnya, bila selama ini perjalanan yang berlaku adalah Jakarta-Makassar-Makassar-Singapura, AirAsia mesti mencari celah rute untuk mendaratkan pesawatnya di NYIA.

“Nah, rotasi ini yang membikin AirAsia masih bingung,” ucapnya. Untuk mendaftarkan rutenya ke BIY, AirAsia memerlukan proses dilansir dari bisnis.tempo.co.

See Also

Meski sejumlah maskapai belum mendaftarkan rute ke BIY, Isnin yakin bahwa NYia sebagai bandara baru Yogyakarta ini tidak akan bernasib sama seperti bandara-bandara baru lainnya yang sampai saat ini masih sepi penerbangan.

Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo

Jika dilihat datanya pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport yang berada di Kulon Progo guna mengantisipiasi slot penerbangan di Bandara Adi Sutjipto telah penuh. Karena itu, mau tidak mau, perlahan-lahan sejumlah penerbangan dari Adi Sutjipto akan dialihkan ke NYIA sebagai bandara baru di Yogyakarta.

NYIA sebelumnya telah beroperasi pada 6 Mei 2019. Bandara ini memiliki panjang landasan mencapai 3.250 meter dengan daya dukung Pavement Classification Number atau PCN 107. Dengan demikian, BIY mampu menampung pesawat besar, seperti Airbus 380 dan Boeing 777.

andar udara ini berdiri di tanah seluas 600 hektar dan diperkirakan menelan biaya Rp6 triliun. Bandara ini akan memiliki terminal seluas 106.500 meter persegi dengan kapasitas 10 juta penumpang per tahun. Selain itu, bandar udara tersebut diperkirakan bakal memiliki hanggar seluas 371.125 meter persegi yang direncanakan bakal sanggup menampung hingga sebanyak 28 unit pesawat.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.