Now Reading
Kerjasama Ekonomi Indonesia-China “Economy Corridor” Masih Fokus di 3 Daerah

Kerjasama Ekonomi Indonesia-China “Economy Corridor” Masih Fokus di 3 Daerah

Kerjasama Indonesia-China di sektor ekonomi “Economy Corridor” menurut Kepala BKPM Thomas T. Lembong masih akan berfokus di 3 daerah yaitu Sumateru Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara.

Namun nantinya jika perkembangan ekonomi dan jalannya kerjasama sudah mulai merata maka dipastikan aka nada daerah lain yang masuk dalam kerjasama Indonesia-China di sektor ekonomi yaitu daerah Bali.

Kerjasama Indonesia-china di sektor ekonomi

“Seiring berjalannya waktu, koridor tersebut menjadi 3+1 dengan ditambahnya Bali,” papar Lembong dalam siaran pers dilansir dari bisnis.com.

Kepala BKPM Thomas T, Lembong memberikan pernyataan ini dalam rangkaian acara 2nd Belt and Road Forum 2019, Kepala BKPM menjadi pembicara pada Thematic Forum dengan judul “Economic and Trade Cooperation Zone Promotion”.

Thomas T. Lembong Kepala BKPN di Belt and Road Forum

Untuk memilih 3 daerah tersebut bukanlah tanpa alasan, pemilihan ini berdasarkan dengan beberapa penilaian tentang potensi daerah tersebut dan peningkatan potensi khusus di daerah tersebut yang memiliki pengembangan berkesinambungan.

“Sumatra Utara adalah Logistic Hub terbaik karena berada di Selat Malaka, Kalimantan Utara terkenal akan world-class hydro power resources. Khusus untuk Sulawesi Utara, jumlah wisatawan asal Tiongkok per tahun yang semula 12.000 pada tahun 2014 menjadi 180.000 pada tahun 2018,” ujar Lembong dilansir dari bisnis.com.

See Also

Di sisi lain Thomas juga tidak menampik banyak hambatan yang muncul dalam bentuk kerjasama ekonomi Belt anda Road dengan China, namun kepala BKPM ini menyebut bahwa hambatan tersebut bisa diselesaikan dan bisa dipastikan bahwa kerjasama tersebut akan terus berjalan guna menghadirkan perkembangan ekonomi dunia secara keseluruhan.

Nantinya kerjasama Indonesia-China di bidang ekonomi melalui Belt and Road “Economy Corridor” bisa memberikan dampak peningkatan perdagangan pariwisata dan investasi bagi negara-negara berkembang dan ini ditunjukan dengan pembangunan infrastuktur yang terus dikebut guna mendukung pengembangan tersebut.

Infrastuktur menjadi support untuk menghasilkan investasi dan pengembangan baik dari sektor pariwisata, industri dan juga pengembangan ekonomi baik mikro maupun makro, hal inilah yang menjadi konsen yang terus dilakukan untuk menjamin bahwa nantinya pengembangan ekonomi bisa sejalan dengan perkembangan infrastruktur pendukung.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top