Now Reading
Sido Muncul (SIDO) Targetkan 15 Persen Pertumbuhan Kerja di Akhir Tahun

Sido Muncul (SIDO) Targetkan 15 Persen Pertumbuhan Kerja di Akhir Tahun

Sido Muncul SIDO Targetkan 15 Persen Pertumbuhan Kerja di Akhir Tahun

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Menargetkan pertumbuhan kinerja 15 persen di akhir tahun. Pada periode kuartal I 2022 Sido Muncul mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja penjualan 11 persen.

Denotasi melansir dari VOI.id, Perseroan ini memperoleh pencapaian pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen menjadi Rp880 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih juga mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 10 persen menjadi Rp295 miliar dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp269 miliar.

Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Leonard mengungkapkan Sido Muncul masih mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat. Membaiknya kinerja bisnis internasional menjadi salah satu yang mendorong pertumbuhan tersebut. Selain itu, permintaan produk-produk Sido Muncul dari dalam negeri yang stabil.  

“Kami juga melihat semakin membaiknya mobilitas masyarakat akan meningkatkan aktivitas ekonomi, dan ini dapat menjadi katalis positif bagi permintaan produk-produk Sido Muncul. Kami masih optimistis pencapaian di tahun 2022 dengan pertumbuhan 15 persen,” tuturnya, dikutip Senin 25 April.

Beberapa katalis positif tersebut yakni, tingkat vaksinasi yang tinggi diikuti penurunan jumlah kasus COVID-19, mobilitas yang semakin membaik, pembukaan kembali dan kemudahan dalam melakukan perjalanan, serta gaya hidup masyarakat yang lebih sehat.

SIDO sebagai Produsen Tolak Angin dan Kuku Bima ini membukukan penjualan sebesar Rp880,49 miliar sepanjang kuartal I 2022. Nilai tersebut naik 10,97 persen YoY dibandingkan dengan kuartal I 2021 sebesar Rp793,41 miliar.

Mayoritas penjualan disumbang oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang mencapai Rp529,01 miliar, naik 4,56 persen YoY dibandingkan dengan kuartal I 2021 sebesar Rp505,76 miliar.

See Also
Saratoga Investama Siapkan 2-14 Triliun Untuk Belanja Modal

Segmen makanan dan minuman menyusul sebagai kontributor terbesar kedua dengan nilai penjualan Rp308,71 miliar, sementara segmen farmasi menyumbang Rp42,75 miliar.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, SIDO turut membukukan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 15,93 persen YoY menjadi Rp398,67 miliar pada kuartal I 2022, dari Rp345,47 miliar pada kuartal I 2021.

Alhasil, laba bruto Sido Muncul hanya naik 7,56 persen YoY dari Rp447,93 miliar menjadi Rp481,82 miliar. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO naik 9,66 persen YoY menjadi Rp295,03 miliar dari sebelumnya Rp269,04 miliar.

© 2022 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top