Now Reading
Hidup Tenang dan Bahagia, lakukan 4 kebiasan ini!

Hidup Tenang dan Bahagia, lakukan 4 kebiasan ini!

Tidak ada manusia yang tidak ingin bahagia di dalam hidupnya. Setiap manusia pernah mengalami kesedihan dan terpuruk karena kesalahan yang diperbuat. Hal itu bisa menjadikan manusia semakin kuat, tapi tidak sedikit juga yang menjadikan manusia mudah menyerah dan semakin terpuruk. Bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidup. Sebenarnya, kebahagian hanya dapat diciptakan oleh diri sendiri. Kebahagian hadir dari dalam diri yang damai dan bisa menerima keadaan. Tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Dengan perlahan, hidup yang tenang dan bahagia bisa kita miliki dengan melakukan kebiasan ini.

Menikmati hidup dengan tenang dan bahagia

Selalu bersyukur dalam keadaan apapun

Cobalah untuk bersyukur atas semua yang ada di hidup ini. Bersyukur tidak akan mengurangi nikmat yang kita dapatkan tapi justru menambah nikmat di dalam hidup kita. Terlebih saat kita bersyukur atas kejadian apapun yang ada di dalam hidup kita. Baik atau buruknya, tentu saja semua sudah yang terbaik bagi kita.

Memaafkan kesalahan bahkan ketidaksengajaan

Jika kamu berada di lingkungan dengan banyak hal yang kamu lakukan, bertemu dengan banyak orang, kesalahan sekecil apapun itu pasti pernah kamu lakukan. Mereka yang ada di sekitarmu pun sama, pernah melakukan kesalahan. Tapi kita adalah manusia yang punya kesempatan sama untuk meminta maaf, memaafkan dan memperbaiki kesalahan. Meski menyakitkan, tapi kita punya kewajiban untuk saling memaafkan sesama dan diri sendiri.

Berhenti membuat banyak alasan

Jika kita pernah membuat kesalahan atas alasan apapun, jangan pernah melebih-lebihkan alasan hanya untuk mendapatkan simpati. Ucapkan maaf dengan tulus, mengakui kesalahan dan berikan penjelasan seadanya. Meski tidak mudah, setidaknya akan membantu mengurangi rasa bersalah di dalam hati.

Jangan menaruh harapan besar selain pada Yang di Atas

See Also

Mendekatkan diri dengan Tuhan

Adakalanya manusia kecewa dengan harapan yang ia buat sendiri, menaruh harapan pada sesama manusia dan pada keadaan yang bahkan tidak tahu ujungnya. Di dalam agama, penjelasan untuk selalu menaruh harapan pada Yang Maha Kuasa sudah sering diberikan. Tidak mudah memang, tapi harus selalu kita ingat agar tidak terlalu kecewa.

Mendengarkan seikhlasnya dan berbicara seperlunya

Manusia bersosialisasi dengan menjadi pendengar bagi sesamanya. Tapi kadang mendengarkan orang lain berbicara justru memberikan rasa sakit hati, berburuk sangka kepada orang lain bahkan menyalahkan keadaan lagi dan lagi. Begitupun saat kita berbicara, hal yang sama akan terjadi. Cukup menjadi pendengar dan berbicara seperlunya saja.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.