Now Reading
Kaki pegal dan kesemutan yang nggak bisa dianggap sepele

Kaki pegal dan kesemutan yang nggak bisa dianggap sepele

Kaki pegal dan kesemutan sering dianggap sebagai kondisi wajar ketika lelah menjalani aktifitas seharian dan duduk terlalu lama. Namun faktanya kedua kondisi ini juga dapat menjadi indikasi gejala penyakit kolesterol, diabetes melitus, hipertensi, maupun gangguan darah. Di samping itu, bagi Anda yang sering merasa pegal dan kesemutan tanpa sebab sebaiknya mulai waspada. Dua hal itu bisa menjadi gejala awal kerusakan sistem syaraf atau neuropati seperti penjelasan berikut.

kaki pegal

Neuropati adalah kerusakan saraf yang bisa disebabkan oleh penyakit, trauma pada saraf, penyakit sistemik, efek samping obat atau bertambahnya usia. Kerusakan sistem syaraf ini dapat dikelompokkan menjadi empat yakni yaitu kerusakan pada sistem motorik, sistem sensorik, sistem otonom, dan sistem campuran.  Gejala awal neuropati biasanya adalah sering kesemutan dan pegal-pegal tanpa sebab. Rasa kesemutan dan panas pada lengan dan kaki dapat merupakan gejala awal dari kerusakan saraf. Perasaan-perasaan ini sering bermula di jari kaki dan kaki. Anda dapat merasakan sakit, biasanya terjadi di kaki. Menurut data yang dipaparkan oleh Manfaluthy, rasa pegal pada gejala neuropati yang prevalensi kemunculannya paling tinggi, yaitu 66 persen.

kaki pegal

Secara detail untuk serangan neuropati pada saraf motorik dapat dilihat dari gejala seperti lumpuh, kaki dan tangan lemas (foot drop atau hand drop), kram, otot berkedut dengan sendirinya dan atrofi otot (penyusutan jaringan otot). Apabila yang terkena neuropati saraf sensoriknya, maka penderita cenderung memperlihatkan gejala sering kesemutan, hipersensitif, muncul sensasi seperti terbakar di kaki, alodinia (timbul nyeri dengan sendirinya tanpa ada rangsangan) bahkan sampai dengan baal atau mati rasa.

Bahkan ketika sudah mengalami kondisi baal para penderita neuropati juga berisiko terkena infeksi ketika luka. Pasalnya, kerusakan saraf bisa menyebabkan mati rasa atau baal sehingga ketika mengalami luka, penderita biasanya tidak lagi merasa sakit.

See Also

Ketika neuropati melibatkan kerusakan pada hanya satu saraf, hal ini disebut mononeuropathy. Tetapi yang paling sering terjadi adalah beberapa saraf terpengaruh sehingga hal ini disebut sebagai polyneuropathy

Sebagai langkah penanganan, obat umum yang dijual bebas yang dapat dijangkau untuk mengatasi nyeri neuropatik ringan hingga sedang. Termasuk parasetamol, obat peradangan nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen, dan perawatan topikal seperti capsaicin dan lidocaine krim. Obat dapat membantu meredakan gejala nyeri sering kebas tetapi tidak menyembuhkan neuropati.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.