Now Reading
Tanda Tangani Kontrak Penting, PT Mitrabahtera Segara Sejati Berpotensi Raup Pendapatan Hingga US$ 30 Juta

Tanda Tangani Kontrak Penting, PT Mitrabahtera Segara Sejati Berpotensi Raup Pendapatan Hingga US$ 30 Juta

Pendapatan PT Mitrabahtera Segara Sejati akan terus bertambah, setelah menandatangani kontrak penting pengangkutan batu bara.

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) merupakan perusahaan yang didirikan pada tanggal 24 Maret 1994.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MBSS yakni menjalankan usaha dalam bidang pelayaran, angkutan laut, baik barang maupun penumpang, pengangkut minyak dari pusat-pusat pengilangan, penyewaan kapal laut, perwakilan pelayaran dari perusahaan pelayaran angkutan laut baik pelayaran tetap maupun tidak tetap untuk pelayaran di dalam negeri dan di luar negeri, agen perkapalan perusahaan pelayaran, pelayaran penundaan laut, penyewaan peralatan pelayaran dan pelayaran luar negeri antar negara (pelayaran samudera).

Kegiatan utama MBSS adalah jasa logistik laut dan transshipment di Indonesia yang menyediakan solusi logistik dan transportasi laut terpadu untuk pemindahmuatan barang curah, terutama batubara.

Armada yang dimiliki MBSS, antara lain: 83 Tug Boat, 78 Barge, 7 Floating Crane, 1 Kapal Semen dan 1 Kapal Pendukung.

Beberapa waktu lalu, emiten pelayaran ini menandatangani kontrak penting pengangkutan batu bara. Kontrak tersebut berpotensi menambah pendapatan perusahaan hingga US$ 30 juta.

Aribowo selaku Direktur Mitrabahtera Segara Sejati membenarkan adanya tanda tangan kontrak yang dilakukan oleh Mitrabahtera Segara Sejati. MBBS dan PT Contrans Asia (CTA) menandatangani kontrak perjanjian kerja sama pada tanggal 6 Mei 2019.

Kontrak Perjanjian yang Ditandatangani Mitrabahtera Segara Sejati

Perjanjian pengangkutan batu bara MBSS dan CTA (mbss.co.id)

MBSS dan CTA resmi menandatangani perjanjian kerja samanya. Perjanjian ini mengatur mengenai kerjaa sama pengangkutan batu bara dengan menggunakan kapal tunda dan tongkang milik perseroan.

Perjanjian ini akan berlaku hingga 31 Maret 2023 atau 4 tahun, dengan total nilai pendapatan yang diperoleh MBSS sebesar US$30 juta. Dengan estimasi kurs Rp 14.300 per dolar AS, maka MBSS akan meraup Rp 429 miliar.

Perlu diketahui bahwa MBSS dan CTA memiliki hubungan afiliasi dimana keduanya merupakan anak perusahaan yang secara tidak langsung dikendalikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY). Manajemen INDY mengalokasikan belanja modal sebesar US$315,5 juta pada 2019. Nilai itu melonjak dari realisasi 2018 sejumlah US$105,4 juta.

Perincian alokasi belanja modal pada 2019 ialah Indika Energy Holding US$2,2 juta, PT Petrosea Tbk. (PTRO) US$177,2 juta, MBSS US$11,7 juta, Tripatra US$10 juta, PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE) US$94,6 juta, Kideco US$7,7 juta, dan Indika Resources US$12,1 juta.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top