Jokowi akan Menghapus Sejumlah Lembaga Negara, Kenapa?

Jokowi berencana akan menghapus lembaga negara yang tidak efisien.

Presiden Joko Widodo yang akrab di sapa Jokowi berencana akan menghapus sejumlah lembaga-lembaga negara yang selama ini tidak memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia.

Rencananya, penghapusan lembaga ini masuk ke dalam agenda besar pemerintah yakni reformasi struktural birokrasi.

“Ini akan segera kita mulai, lembaga yang tidak kita perlukan, tidak efisien, tidak memberikan kontribusi, tidak usah yah, tutup, hapus, banyak banyakin biaya, daerah juga gitu, sama,” kata Jokowi.

Syafruddin selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini pemerintah telah mengintergrasikan Lembaga Non Struktural (LNS) yang dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini.

Target ekonomi Indonesia berada di urutan kelima pada 2045 (ekbis.sindonews.com)

“Bapak Presiden kemarin di Musrenbangnas 2019 menyampaikan bahwa selama 4 tahun terakhir, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ada efisiensi lembaga-lembaga yang dianggap kurang efisien dan efektif terhadap berjalannya tata kelola pemerintahan. Ada 23 lembaga yang telah diakuisisi (diintegrasikan) artinya disatukan dalam kemmenterian atau lembaga lain,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa dari 23 LNS yang diintegrasikan, kondisi lembaga saat ini sudah lebih efektif, namun demikian pihaknya masih terus melakukan pengkajian terhadao keberadaan LNS yang kemungkinan dapat diintegrasikan dengan Kementrian atau Lembaga lain.

Pasalnya memang LNS sendiri telah diintegrasikan memiliki tugas dan fungsi yang hamper sama dengan Kementrian atau Lembaga lainnya, sehingga memiliki kewenangan yang tumpang tindih. Melalui pengintegrasian tersebut, diharapkan tata kelola pemerintah dapat lebih efisien serta dapat mewujudkan pemerintah yang sehat.

See Also

Dengan upaya integrasi lembaga diharapkan dampak tersebut berkurang. Disamping itu, beban anggaran dan pekerjaan menjadi lebih ringan, birokrasi sebelumnya panjang dan berbelit berubah menjadi birokrasi yang mudah.

Alasan Jokowi pangkas sejumlah lembaga negara

Menurut Jokowi, semakin rampingnya sebuah organisasi maka sistem birokrasi nasional pun semakin cepat berlari dalam merealisasikan ekonomi RI menjadi terbesar kelima di tahun 2045.

“Semakin simple organisasi kita, makan semakin cepat pula kita berlari, semakin fleksibel memutuskan,” kata Jokowi.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.