Now Reading
Jokowi Beri Isyarat, Calon Menterinya dari Kalangan Aktivis 98

Jokowi Beri Isyarat, Calon Menterinya dari Kalangan Aktivis 98

Inilah pernyataan Jokowi yang memberikan isyarat bahwa calon menterinya bisa dari kalangan aktivis 98.

Seperti yang kita ketahui bersama, kedua kubu baik 01 maupun 02 masih mengikuti proses persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menentukan siapa pemenang pilpres pada tahun ini.

Meski demikian kabar soal pembentukan kabinet telah menyeruak ke publik.

Rupanya tak hanya dari politikus partai, Presiden Jokowi juga memberi sinyal tentang siapa yang akan mmenduduki kursi kabinet di masa pemerintahannya jilid II.

Pada acara rembuk nasional aktivis 1998 yang berlangsung di Hotel Sahid Jakarta, kemarin (16/6) Jokowi beri isyarat calon menterinya nanti dari aktivis 1998.

Hal ini dilakukan sebab Jokowi melihat bahwa tak sedikit mantan aktivis reformasi yang kini sudah menduduki jabatan penting baik di pemerintahan, parlemen, hingga perusahaan. Namun, lanjutnya, kalangan aktivis 98 belum ada yang mengisi posisi menteri.

“Bisa saja, kenapa tidak dengan kemampuan yang ada. Misalnya tidak hanya di menteri, bisa saja di duta besar. Bisa saja di BUMN tetapi selagi saya selalu melihat bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas dan syarat yang sering saya sampaikan,” tutur Jokowi.

Beri Isyarat Calon Menterinya dari Aktivis 98, Nama Adian Napitupulu Mencuat

Jokowi dan Adian Napitupulu (ngopibareng.id)

Meski Jokowi menolak untuk menyebut nama dari kalangan aktivis 98, namun Jokowi menegaskan posisi menteri harus diisi oleh pemimpin yang memiliki karakter kuat dalam mengeksekusi kebijakan.

Nama Adian Napitulu menjadi nama yang diteriakkan oleh para hadirin. Adian Napitupulu merupakan politikus PDI Perjuangan yang juga mantan aktivis 98.

Menanggapi hal tersebut, politikus PDI Perjuangan, Adian Napitulu menilai bahwa pemilihan menteri merupakan hak prerogative Presiden terpilih.

Adian mengapresiasi Jokowi yang menyebut bahwa ada peluang bagi aktivis reformasi 1998 untuk duduk di kursi menteri, termasuk juga pejabat di BUMN hingga duta besar.

Namun khusus menjadi menter, Adian merasa dirinya belum mampu mengimbangi ritme kerja Jokowi.

“Enggak kuat, Saya nggak kuat jadi menteri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun bos,” ujar Adian Napitupulu.

See Also

Bahkan Adian memberi perumpamaan, menteri yang bekerja di bawah Jokowi harus memiliki pasokan energy setidaknya separuh dari energy Jokowi.

Permisalan yang disampaikan Adian ini menggambarkan berapa beratnya amanah yang diemban untuk menjadi menteri Jokowi.

“Kalau saya, saya pasang jantung 5, nggak kuat ngikutin jalannya Jokowi,” tuturnya.

Kendati masih dirahasiakan namanya, namun presiden Jokowi berpesan agar para aktivis 98 mau mengambil peran dalam pemmbangunan. Caranya, jelas Jokowi, bisa dengan memberikan evaluasi dan koreksi terhadap langkah dan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Jokowi sendiri merasa tidak keberatan untuk dikritik karena ia mengaku tidak memiliki beban dalam memimpin pemerintahan lima tahun ke depan.

“Jadi keputusan-keputusan yang bila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan. Lagi karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa,” ujar Jokowi.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.