Now Reading
3 Sociopreneur di Indonesia Paling Menginspirasi

3 Sociopreneur di Indonesia Paling Menginspirasi

Saat ini isu sosial dan lingkungan sering banyak dijumpai di Indonesia. Hal ini yang membuat beberapa anak muda tergerak hatinya untuk mejalankan bisnis dengan tujuan membantu kesejahteraan banyak orang atau sering disebut dengan sociopreneur.

Sosok inspirasi

Terdapat beberapa sociopreneur di Indonesia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Namun demikian, tujuan mereka sama yakni ingin lebih bermanfaat bagi orang lain. Berikut bebrapa sociopreneur Indonesia yang telah sukses dan mampu menginspirasi banyak orang.

Sosok sociopreneur di Indonesia

  1. Alfatih Timur

Alfatih menjadi anak muda yang peduli terhadap masyarakat yang tidak mampu untuk berobat. Keinginannya ingin gotong-royong membiayai kebutuhan dana masayrakat untuk berobat, Alfatih dan temannya mendirikan kitabisa.com. Situs tersebut sebagai tempat bagi masyarakat yang ingin menyumbang dana bagi masyarakat yang tidak mampu.

Alfatih Timur

Dengan kata lain, kitabisa.com merupakan situs penggalangan dana untuk masyarakat yang kurang mampu. Pada tahun 2017, situs yang didirikan Alfatih berhasil mengumpulkan donasi hingga RP 162,8 miliar. Alafatih Timur juga masuk dalam 30 Under 30 Forbes Asia atas kepeduliannya tersebut.

  1. Dea Valencia

Sociopreneur di Indonesia yang menginspirasi selanjutnya adalah Dea Valencia. Wanita lulusan Universitas Multimedia Nusantara ini memiliki cita-cita ingin menjadi social culture entrpreneur dengan tujuan mengenalkan batik ke seluruh dunia. Selain itu, Dea juga menjadi wanita yang sangat peka terhadap kondisi sosial di masyarakat.

Untuk meraih cita-cita tersebut Dea mengajak para kaum difabel untuk menjalankan bisnis bersama. Dalam menjalankan bisnis di dunia batik ini, Dea memperkerjakan 80 karyawan dan 40 di antaranya adalah kaum difabel yang memiliki semangat kerja keras.

Selain di dalam negeri, bisnis batik Dea juga sukses di pasar luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Jerman, Inggris dan Belanda. Meski usianya masih muda, Dea telah mampu meraup omzet hingga miliaran rupiah berkat usahanya.

  1. Gamal Albinsaid

Gamal Albinsaid merupakan seorang dokter yang memiliki kisah menyedihkan. Pengalaman tersebut terjadi pada Juni 2005. Saat itu dokter Gamal menyaksikan sendiri seorang anak yang meninggal di gerobak sampah ayahnya. Hal ini disebabkan karena anak tersebut menderita sakit diare dan ayahnya tidak mampu memeriksakan anaknya ke dokter.

Dari pengalaman tersebut dokter Gamal langsung mendirikan Klinik Asuransi Sampah. Ini merupakan klinik untuk masayrakat kurang mampu yang ingin berobat dengan cara menukarkan sampah. Atas niat dan inovasinya tersebut dokter Gamal mendapatkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Itulah beberapa sosok socioprener yang dapat menjadi inspirasi untuk Anda. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu orang lain, salah satunya dari 3 sosok di atas.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top