Now Reading
Kuartal II 2019 Astra Motor Jateng Targetkan Penjualan 140.000 Unit

Kuartal II 2019 Astra Motor Jateng Targetkan Penjualan 140.000 Unit

Astra Motor Jawa Tengah di kuartal II tahun 2019 menargetkan penjualan kendaraan roda dua sebanyak 140.000 unit, angka ini jauh lebih besar dari penjualan di kuartal I 2019.

Kenaikan target penjualan ini realistis dengan moment lebaran yang masih 1 bulan lagi. Penjualan unit kendaraan roda dua akan meingkat tajam ketika menjelang lebaran, dan menambah masuk dalam penjualan kuartal II 2019 yaitu bulan April – Juni.

Astra Motor Jawa tengah

Kendaraan roda dua skuter matik masih akan menjadi pemberi kontribusi penjualan terbesar bagi perusahaan pada kuartal kedua tahun ini. Infrastruktur dan kemudahan menggunakan skuter matik menjadi alasan tipe tersebut diminati masyarakat.

“Kalau kita lihat, mestinya lebih baik [Penjualan kuartal kedua],” ujar Marketing Manager Astra Motor Jateng Budi Hartanto dilansir dari bisnis.com.

Sampai saat ini sendiri pihak Astra Motor Jawa Tengah  telah menyiapkan sejumlah program guna meningkatkan penjualan pada kuartal kedua tahun ini. Salah contoh program yang diusung pada kuartal kedua tahun ini adalah keringanan bunga.

Tidak hanya menyiapkan sejumlah program, perusahaan kendaraan bermotor ini juga telah meminta lebih banyak pasokan kendaraan roda dua menjelang lebaran tahun ini.

Penjualan Kendaraan Astra Motor Indonesia

Pada April tahun ini, Astra Motor Jawa Tengah sendiri telah melakukan pasokan sebanyak 52.000 unit, dan akan kembali meningkat menjadi 55.000 unit pada Mei 2019 atau menjelang lebaran mengingat potensi pasarnya cukup besar.

Target penjualan kendaraan roda dua sepanjang kuartal kedua 2019, yakni sekitar 140.000 unit tersebut lebih besar dibandingkan dengan penjualan pada kuartal pertama tahun ini, yaitu 110.000 unit.

Jika mengacu dari laporan yang ada tentang penjualan unit di awal tahun 2019 ini, untuk kuartal pertama tahun ini lebih rendah sekitar 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya banyak bencana alam yang terjadi di daerah Jawa Tengah.

Banjir yang terjadi seperti di daerah pantai utara (Pantura) Jawa seperti di Pekalongan atau gelombang tinggi yang terjadi di pesisir pantai selatan telah menggerus pasar kendaraan roda dua perusahaan dari Januari sampai dengan Maret tahun ini.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top