Now Reading
Krakatau Steel Targetkan Laba US$6,37 di Tahun 2019 Setelah Rugi

Krakatau Steel Targetkan Laba US$6,37 di Tahun 2019 Setelah Rugi

Salah satu perusahaan baja BUMN PT Krakatau Steel Tbk menargetkan mendapatkan keuntungan atau laba US$6,37 Juta di tahun 2019 setelah alami kerugian US$74,82 juta pada 2018.

Mengacu pada laporan tahunan 2018, perseroan PT Krakatau Steel Tbk menargetkan volume penjualan produk baja sebesar 3,55 juta ton pada 2019 atau naik 65,54% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar 2,14 juta ton.

Perusahaan Baja BUMN Krakatau Steel

Untuk pendapatan dari hasil penjualan produk baja, emiten baja ini mengincar US$2,56 miliar, sedangkan pendapatan dari non-produk baja dan jasa sebesar US$364,47 juta. Dengan demikian, target total pendapatan bersih pada 2019 sebesar US$2,92 miliar atau naik 67,97% dibandingkan dengan ealisasi tahun sebelumnya sebesar US$1,74 miliar.

Adapun, target laba kotor 2019 sebesar US$287,29 juta atau naik US$128,46 juta, dan laba operasi US$138,79 juta naik sebesar US$142,10 juta dibandingkan realisasi 2018.

Jika melihat data diatas dan skema yang sudah dirancang maka target laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$6,37 juta pada 2019, dibandingkan dengan realisasi 2018 yang masih membukukan rugi sebesar US$74,82 juta.

Industri baja nasional

Perseroan juga menargetkan peningkatan aset pada 2019 sebesar 15,21% dari capaian 2018 sebesar US$4,30 miliar menjadi US$4,95 miliar pada 2019.

See Also

Dilansir dari bisnis.com  Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2018 menyetujui laporan tahunan untuk periode 2018.

Jika melihat target untuk tahun 2019 sendiri, pihak Krakatau Steel berharap bisa kembali mencetak laba. Namun menurut Silmy target itu tidak bisa terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis baja seperti harga baja dunia, harga mineral dunia, dan seberapa besar penurunan bunga yang saat ini sedang dinegosiasikan.

PT Krakatau Steel Tbk merupakan BUMN yang bergerak dibidang produksi baja. Perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten ini mulanya dibentuk sebagai wujud pelaksanaan Proyek Baja Trikora yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 untuk memiliki pabrik baja yang mampu mendukung perkembangan industri nasional yang mandiri, bernilai tambah tinggi dan berpengaruh bagi pembangunan ekonomi nasional.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.