Now Reading
Volume Penjualan Prima Cakrawala Tahun Ini Berpotensi Turun, Kenapa?

Volume Penjualan Prima Cakrawala Tahun Ini Berpotensi Turun, Kenapa?

Inilah penyebab volume pejualan Prima Cakrawala tahun ini menurun.

Prima Cakrawala Abadi (PCAR) merupakan perusahaan yang didirikan pada tanggal 29 Januari 2014. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup dari kegiatan Prima Cakrawala Abdai yakni bergerak dalam bidang perindustrian, perdagangan dan jasa.

Saat ini, ruang lingkup kegiatan PCAR  adalah pengolahan distribusi dari hasil perikanan (rajungan), industry pengolahan hasil perikanan (cokt storage) serta usaha dalam bidang perdagangan pada umumnya, termasuk impor, ekspor, interinsulair dan lokal dari segala macam barang atau jasa yang dapat diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain.

Pada tahun ini, PCAR memproyeksikan bahwa volume penjualannya turun. Hal ini diakibatkan oleh faktor berikut.

Penyebab Volume Penjualan Prima Cakrawala Tahun Ini Turun

Pengelolahan rajungan PT Prima Cakrawala Abadi memproyeksikan volume penjualan sebanyak 245 ton pada tahun ini, turun 41,2 % jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PCAR, Raditya Wardhana yang mengatakan bahwa tahun ini perseroan akan fokus pada pabrik di Makassar sebab kualitas dan harga bahan baku di daerah tersebut cukup baik.

Volume Penjualan PCAR turun (wartaekonomi.co.id)

Menurutnya, penyebab penurunan volume penjualan adalah penghentian pabrik di Indramayu, Cirebon.

Penutupan ini dilakukan PCAR karena adanya persaingan yang tidak sehat dalam pengadaan bahan baku ditingkat supplier. Ia pun tak menampik bakal terjadi potensi penurunan nilai jual.

Raditya Wardhana mengungkapkan, perseroan berencana untuk melakukan diversifikasi produk. Namun, Raditya enggan memerinci detail diversifikasi yang direncanakan karena masih dalam tahap pembahasan internal.

Di sisi lain, dampak positif dari penutupan pabrik di Indramayu adalah menghentikan kerugian yang dialami akibat tidak adanya pendapatan yang diterima, mengurangi risiko kerugian di masa depan karena bahan baku berkualitas rendah dan melakukan penghematan biaya fixed cost.

Pada 2018, penjualan bersih PCAR mencapai Rp176,5 miliar, naik 30,3% dari posisi Rp135,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pokok penjualan PCAR pada 2018 senilai Rp168,16 miliar, naik 42,9% dari posisi Rp117,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, perseroan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp8,38 miliar, dari posisi Rp370,46 juta pada 2017.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top