Menpar Arief Yahya Dinobatkan sebagai Menteri Berprestasi Kabinet Kerja

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dinobatkan sebagai menteri berprestasi Kabinet Kerja 2014-2019. Hal ini disebutkan dalam ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja yang berlangsung di Suhana Hall, The Energy Building Jakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya

Penghargaan tersebut diselenggarakan Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) dan menunjuk Menteri Pariwisata. Arief Yahya dianggap telah berhasil mengembangkan pariwisata nasional dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Ketua LKN Samsul Hadi mengungkapkan penunjukan Arief Yahya sebagai menteri berprestasi dilihat dari beberapa faktor antara lain niknya PDB di sektor pariwisata dari tahun ke tahun. Kemudian LKN melihat bahwa perkembangan pariwisata selama empat tahun terakhir ini telah mampu menggerakan ekonomi daerah. Bahkan hingga akhir tahun 2018 lalu pencapaian prestasi Destinasi Pariwisata telah melampaui target.

Ketua LKN Samsul Hadi

“Prestasi lainnya adalah daya saing pariwisata Indonesia terus membaik selama 4 tahun terakhir dan tentu saja memberikan kontribusi positif pada penerimaan devisa negara yang mendorong kualitas investasi menjadi lebih baik,” ungkap Samsul.

Menurut Menpar Arief, pertumbuhan pariwisata Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini mencapai 25,68 persen. Sementara untuk kawasan ASEAN tumbun 7 persen dan untuk dunia 6 persen.

Hal yang sama juga disebutkan World Economy Forum (WEF) bahwa indeks daya saing pariwisata Indonnesia cukup meningkat hingga 8 persen. Hal ini dapat dilihat dari tahun 2015 yang berada di peringkat 50 dan pada tahun 2017 di peringkat 42. Sementara tahun 2019 ini berada di peringkat 30 dunia.

See Also

Atas peningkatan tersebut tentu berpengaruh terhadap sumbangan devisa. Jika pada tahun 2015 US$12,2 miliar, tahun 2016 US$ 13,6 miliar, dan meningkat pada tahun 2017  menjadi US$ 15 miliar. Kemudian pada 2018 sumbangan devisa pariwisata diproyeksikan mencapai US$ 17,6 miliar.

Menurut Arief mendapatan dari devisa pariwisata tersebut menempatkan sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar atau sejajar dengan devisa crude palm oil (CPO) sebesar US$ 16 miliar.

Ketua Pelaksana Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja 2014-2019 Darma Tyanti Saptodewo mengungkapkan bahwa penyelenggaraan acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja Kementerian serta mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.