Now Reading
PLTA Kayan di Kalimantan Utara Kalahkan Dam Pembangkit Son La di Vietnam

PLTA Kayan di Kalimantan Utara Kalahkan Dam Pembangkit Son La di Vietnam

PLTA Kayan di Kaliamantan Utara Kalahkan Dam Pembangkit Son La di Vietnam

Kapasitas yang dihasilkan PLTA kayan tiga kali lebih besar dari Dam Pembangkit milik Vietnam.

Pemerintah pusat akan segerea merealisasikan tiga program strategis nasional di Kalimantan Utara (Kaltara) yakni Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, serta Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning.

Untuk proyek PLTA Sungai Kayan saat ini tengah memasuki proses pra konstruksi. Sedangkan proyek KIPI di Mangkupadi-Tanah Kuning saat ini sedang dalam tahap penetapan lahan sembari menunggu selesainya revisi RT/RW oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Insya Allah tahun ini sudah mulai proyek konstruksi PLTA Kayan 1 dengan kapasitas 900 megawatt (MW) dari proyeksi total 9.000 MW,” Kata Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie di Jakarta, Jumat (23/8/2019). Seperti dikutip dari Antaranews.com.

Sebagai informasi, Sungai Kayan merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia yang berada di Provinsi Kalimantan Utara. Sungai ini memiliki panjang hingga 576 KM.

Aliran airnya yang deras membuat Sungai Kayan kerap dimanfaatkan untuk arung jeram. Selain itu, air listrik di Sungai Kayan juga sangat besar, sehingga cocok untuk digunakan sebagai PLTA.

Kapasitas PLTA Kayan menjadi yang terbesar di ASEAN

Tidak lama lagi, Kaltara akan memiliki sumber energi baru terbarukan (EBT) terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara atau ASEAN.

Kapasitas yang dihasilkan oleh PLTA Kayan sembilan kali lebih besar ketimbang PLTA terbesar di Indonesia saat ini yang dipegang oleh PLTA Cirata, dengan total produksi setrum sebesar 1.008 MW.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kayan juga mengungguli Dam Pembangkit Son La berkapasitas 2.400 MW, yang berada di Sungai DA, 340 KM sebelah barat Hanoi, Vietnam.

Dari segi pembangunan, pemerintah telah menggandeng perusahaan swasta yakni PT Kayan Hidro Energi (KHE) untuk membangun PLTA di Sungai Kayan Kalimantan Utara.

Gambar PLTA/ilustrasi (Anakteknik.co.id)

PT KHE juga dikabarkan telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau head of agreement pelaksanaan proyek dengan dua emiten berpelat merah yakni PT Adhi Karya dan PT Pelabuhan Indonesia IV.

Perjanjian kerjasama itu difasilitasi langsung oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada pertengahan Agustus silam serta di kawal langsung oleh KSP Moeldoko dan disaksikan oleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Pasca penandatangan head of agrement Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kayan akan digunakan untuk melistriki KIPI.

“Jadi tiga kegiatan besar itu sekaligus akan menjadi satu kawasan terintegrasi,” terang Moeldoko.

Dalam kesempatan yang lain, Moeldoko juga mengatakan, setrum yang dihasilkan PLTA Kayan akan dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan listrik di ibu kota baru di sebagian daerah Penajem Paser dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Nanti PLTA Sungai Kayan bisa menghasilkan listrik cukup besar, yang tidak terlalu jauh di Kalimantan Timur,” terang Moeldoko, Rabu (21/8/2019).

Didukung langsung oleh presiden

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, pembangunan PLTA Kayan didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Irianto mengungkapkan, pembangunan PLTA Kayan didasarkan pada Peraturan Presiden nomor 58 Tahun 2018. Oleh sebab itu, progress pelaksanaan konstruksi akan dilaporkan secara berkala kepada Presiden Jokowi.

“Hubungan dengan KSP yang dipimpin oleh Pak Moeldoko adalah tugas beliau untuk mengawasi, mengevaluasi dan mencegah adanya hambatan-hambatan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Kayan Hidro Energi Khaerony menjelaskan, pelaksanaan pembangunan PLTA Kayan akan dibagi kedalam lima tahap.

Pertama, akan dibangun PLTA Kayan 1 berkapasitas 900 MW yang akan dilakukan pada akhir tahun 2019 dan ditargetkan rampung pada 2024.

Setelah PLTA Kayan 1 selesai, investor akan melanjutkan pembangunan PLTA Kayan 2 pada tahun 2025 dengan kapasitas 1.200 MW.

Kemudian, baru akan dilanjutkan dengan pembangunan PLTA Kayan 3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing 1.800 MW dan PLTA Kayan 5 dengan produksi setrum paling besar yakni 3.200 MW.

“Kayan 1 tahun ini dibangun butuh 5 tahun. Udah ada listrik 900 MW di 2024. Tahap 2 dibangun setelah Kayan 1 berjalan,” papar Khaerony.

See Also

Dari sisi pendanaan, PT Kayan Hidro Energi akan mengandalkan sokongan dana dari Power China dan Central Asia Capital Ltd. Keduanya telah sepakat untuk menyediakan dana investasi dengan jumlah yang sangat besar.

“Investor kita dari Power China dengan Central Asia Capital Ltd.  Kurang lebih joint venture,” ujar Khaerony.

Khaerony membeberkan, pembangunan pembangkit listrik berbasis hidro power ini membutuhkan dana investasi sebesar 2,3-2,7 juta dolar AS per megawattnya.

“Kurang lebih bendungan itu investasi 1 MW-nya 2,3-2,7 juta dolar AS,” beber Khaerony.

Jika setrum yang dihasilkan PLTA Kayan adalah 9.000 MW, maka total biaya investasi yang diperlukan sekitar 20,7 miliar dolar AS sampai 24,3 miliar dolar AS atau senilai Rp 289,8 triliun higga Rp 340 triliun. Mengacu kurs Rp 14.000 per dolar AS.

Khaerony mengungkapkan, PT KHE telah melakukan kajian dari segi teknis dan lingkungan terkait pembangunan PLTA Kayan sejak tahun 2009.  Oleh karenanya, mereka sangat optimis dapat mengeksekusi mega proyek tersebut pada akhir tahun 2019.

“Selama ini bukan tidak ada kegitan di lapangan. Kita sudah prepare kajian dan kesiapan dari hulu kehilir, ahkir tahun ini kita rencanakan mulai konstruksi,” ungkap Khaerony.

Selain digunakan untuk melistriki KIPI, Khaerony bilang, setrum yang dihasilkan oleh PLTA Kayan juga akan dimanfaatkan sebagai ketahanan energi di Indonesia, khususnya di Kalimantan.

PT KHE juga telah meneken MoU dengan PLN untuk menyalurkan listrik ke publik atau rumah tangga melalui transmisi dari PLN.

“Kami sudah jalin kerjasama dengan PLN, jadi kalau jual listrik lewat PLN kami siap, diberi wilayah usaha kami siap,” katanya.

Adapun pembagiannya, 70 persen listrik dari PLTA Kayan akan didistribusikan ke KIPI dan sisanya sebesar 30 persen akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan.

© 2024 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top