Now Reading
Agar Puasa Tetap Sehat, Perhatikan Saat Sahur dan Berbuka Ya

Agar Puasa Tetap Sehat, Perhatikan Saat Sahur dan Berbuka Ya

Fungsi sahur sangat penting untuk menguatkan tubuh. Terlebih, Anda tidak makan atau minum apa pun dari pagi sampai malam. Mengonsumsi makanan penting untuk menhidrasi tubuh sebelum puasa.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan energy yang cukup untuk bertahan sepanjang hari. Namun, Anda harus memastikan sebelumnya jika makanan Anda seimbang dan bergizi.

Tentu kita tidak menginginkan ibadah puasa terhalang akibat penyakit. Setelah ditelisik, ternyata semua berakar dari kesalahan menentukan menu berbuka dan sahur. Menyesal juga kan akhirnya.

Nah, agar Anda lebih bijak dalam menentukan sahur dan berbuka, simak penjelasan di bawah. Ada pendapat dari ahli lengkap dengan cara berbuka puasa yang disarankan.

Menurut penelitian

Menurut Ketua Program Nutrisi dan Dietetika Universiti Sains Malaysia (USM), Associate Profesor, Dr. Hamin Jan Jan Mohamed, ada kesalahpahaman di tengah masyarakat, makan nasi dalam porsi besar selama sahur akan membantu tubuh tetap kenyang saat berpuasa.

Buka puasa

Faktanya, sejumlah besar karbohidrat selama sarapan akan menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi itu akan dengan cepat diturunkan oleh hormone insulin tubuh ketika Anda dalam kondisi sehat.

Kondisi ini pun memicu otak untuk berpikir jika kita membutuhkan lebih banyak glukosa dan mengaktifkan hormon-hormon kelaparan. Sedangkan mereka yang memilih untuk melewatkan sahur akan merasa sangat kelelahan saat menunggu buka puasa.

“Seseorang yang melewatkan sahur akan mengalami tabrakan gula ketika tidak dapat makan setelah bangun tidur hingga berbuka. Ini akan memicu rasa lapar mereka sepanjang hari, jelas Dr. Hamid.

Cara berbuka yang disarankan

Untuk menanggulangi hal di atas, perlu kiranya kita mulai memperhatikan kandungan nutrisi dari setiap menu yang dihidangkan. Setidaknya, bisa meminimalisir kemungkinan terdampak penyakit akibat pola makan yang salah.

Buka puasa

Terlebih saat berbuka puasa. Biasanya, akibat menahan lapar seharian, badan pun cenderung  menginginkan beragam hidangan. Padahal, hal itu bisa berdampak buruk bagi tubuh dan kesehatan.

Oleh karena itu, untuk cara berbuka yang disarankan, baiknya dimulai dengan minuman tanpa pemanis atau air putih ditemani sepotong kurma. Setelah itu, Anda bisa berhenti sejenak untuk melanjutkan shalat Maghrib.

Usai shalat, Anda bisa melanjutkan dengan makan besar namun dalam porsi kecil. Setelah itu, beri jeda lagi hingga shalat Isya dan tarawih usai. Sepulang dari shalat berjamaah, Anda bisa melanjutkan makan dengan porsi kecil.

Jadi, jika ditotal, tubuh tetap mendapatkan asupan tiga kali sehari. Dan dengan melakukan hal ini, bisa menanggulangi lonjagan kandungan gula dalam darah selama puasa.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.

Scroll To Top