Now Reading
Perbedaan rem abs dan non abs pada mobil yang orang belum tahu

Perbedaan rem abs dan non abs pada mobil yang orang belum tahu

Rem menjadi perangkat paling penting dalam sistem keselamatan berkendara. Meskipun sudah ada pengereman otomatis untuk menghindari tabrakan dari depan, tapi kebanyakan mobil masih menggunakan pengereman ABS dan non ABS. Pengereman tersebut tentu kelemahan dan kekurangannya masing-masing.

Berikut ini cara kerja rem beserta perbandingan dari keduanya.

  1. Rem Non ABS
Rem non abs

Rem Non ABS bisa juga disebut rem konvensional. Hal ini karena sistem kerja rem ini cukup sederhana. Anda menekan pedal rem, bantalan rem akan memberi tekanan dan mobil akan melambat. Tetapi pada permukaan yang licin, mudah untuk mengerem cukup keras sehingga roda mulai meluncur di permukaan jalan. fungsi rem konvensional masih nyaman dipakai ketika berada di permukaan kering. Harga yang murah serta komponen yang lebih sedikit membuatnya banyak dinikmati jika ada kerusakan. Selain itu, rem konvensional dianggap lebih baik ketika berada medan jalan yang sulit. Hanya saja, ketika melakukan pengereman mendadak, pengemudi akan lebih sulit untuk mengendalikan kendaraan. Baik pada kondisi kering maupun basah, pengemudi harus menjaga agar roda tidak mengunci. Metode pengereman ini dikenal dengan istilah threshold

  1. Rem ABS

Rem ABS merupakan sistem pengereman baru yang ditawarkan produsen mobil melalui sedan Imperial LeBaron Chrysler keluaran 1972. cara kerja sistem rem abs secara otomatis dicengkram dan dilepaskan secara berurutan untuk mempertahankan kontrol kemudi roda depan. Ide yang menjadi awal rem ABS adalah di bawah pengereman berat, roda akan terus berputar untuk memungkinkan pengemudi mempertahankan kendali kendaraan.

See Also

Rem abs

Rem pada sistem ABS akan memastikan roda tidak terkunci saat melakukan pengereman sehingga membuat kendaraan mudah dikendalikan ketika Anda mengerem mendadak. Pengereman juga lebih pakem ketika kendaraan berada di permukaan yang datar serta lebih cepat dibandingkan dengan rem biasa. Meskipun sudah memiliki sistem kelas atas, siapa bilang rem ABS tidak memiliki kekurangan. kelemahan abs terbukti masih kesusahan ketika menghadapi jalan yang berkerikil atau tidak rata. Misalnya ketika berada di kerikil, pasir, atau jalan yang bergelombang, rem terkadang menjadi kurang pakem, bahkan menimbulkan bunyi menggeruk. Selain itu, biaya yang lebih besar patut menjadi perhatian. Biaya perawatan relatif meningkat karena sensor pada roda membutuhkan pengecekan konstan. Sensor mungkin perlu dikalibrasi ulang dari waktu ke waktu. Selain itu, penambahan ABS pada sistem elektronik mobil meningkatkan kemungkinan kerusakan sistem.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Denotasi | All Rights Reserved.